Sabtu, 31 Desember 2011

18 Desember 2011


on Your birthday..
My Lovely husband..
thank you for everything..
I LOVE YOU so much.. <3

Sabtu, 12 November 2011

The Longchamp in Memories..


Hey ladies.. siapa yang tidak mengetahui fashion satu ini? Yups.. tas ini sudah menjamur bagi para kaum hawa khususnya. Mungkin di antara kalian ada yang memiliki lebih dari satu macam tas seperti ini, mulai dari warna hitam, pink, coklat, dan lain-lain. Tidak heran memang, jika perempuan suka yang paling tranding di zamannya. Termasuk saya, 

Tapi mungkin berbeda hal nya, mengapa tas Longchamp ini menjadi salah satu memori bagi saya. Hanya sekadar bercerita, pada awalnya saya menyukai tas ini karena telah banyak ladies yang menggunakannya. Akhirnya saya pun membelinya. Tak saya sangka, ternyata bukan hanya anak muda saja yang menyukai tas macam ini. Mulai dari tante-tante pun memakainya, sampai ‘camer’ saya pun suka, saat dia melihat bahwa saya memakainya. Kata beliau “tante juga suka tas yang seperti ini..”

Sampai pada akhirnya, beliau berulangtahun yang ke-35. Saya dan pacar saya berinisiatif untuk membelikan sebagai hadiah ulang tahunnya. Karena tempat untuk membeli tas itu tidak dekat, saya memutuskan untuk menitipkan kepada teman saya agar membelikannya. Pada saat itu kami belum mempunyai uang lebih, akhirnya saya gunakan uang ibuku yang ada di tabunganku saat itu. Tidak banyak memang, hanya sekitar 85.000 saja. Lalu tas pun terbelikan, dan langsung saya berikan kepada camer saya. Senang rasanya bisa memberikan sesuatu yang diinginkan untuk orang yang kita sayangi, seperti ibu sendiri.

Tak peduli saat itu kami membelikannya dengan uang siapa, karena kami sepakat untuk berpatungan, dan mengembalikan uang tabungan ibuku. Tapi tak sempat saya melihat camerku memakainya, mendengar kabar bahwa tas itu telah diberikan kepada orang lain, kakak dari camerku yang saat itu sedang jatuh sakit. Aku tidak mengetahui apa motivasinya. Tapi aku dengan sangat ikhlas membiarkannya, karena itu bukanlah hakku.

Setelah saya berpikir apa kesalahan saya yaitu, saya yang telah memberikannya bukan dengan uang saya atau kami sendiri. Tapi dengan uang ibuku tanpa sepengetahuannya. Sangat bersalah, karena saya pun jarang bahkan tidak pernah memberikan sesuatu yang berharga untuk ibuku sendiri. Tetapi saya relakan memberikan pada camerku. Bukan menyesal memberikannya, tapi justeru di sini saya mendapatkan pelajaran yang sangat berharga. Maaf mah atas segala kesalahan dan kekuranganku saat ini. Tidak seharusnya aku seperti itu. Aku berjanji pada mamah dan diriku sendiri untuk menjadi anak yang dapat mamah banggakan. Dan aku juga janji untuk mengembalikan uang tabungan mamah 

Aku sayang mamah..

Rabu, 26 Oktober 2011

Selasa, 18 Oktober 2011

Teruntuk Sahabatku..

Materialistis..

Istilah yang digunakan banyak orang untuk para kaum-kaum matre ‘ke luat aje..’
Tapi tidak dengan persepsi saya untuk salah seorang sahabat yang paling aku sayangi Wulan Maulida.
Terkadang memang sebagian orang salah kaprah dengan hal itu, tapi apakah kalian tahu apa arti dari kata materialisme atau materialisitis sesungguhnya?

Saya meng-anggap bahwa materialis adalah orang yang memiliki pandangan hidup mementingkan kebendaan tapi bukan menggantungkan pada oranglain, seperti anggapan orang-orang kebanyakan. Seorang Wulan sangat berambisi untuk segala sesuatu, dan mungkin karena saya yang mempunyai sifat iri pada sesuatu, jadi saya juga terkadang iri (positif) dengan ambisinya itu..

Teruntuk sahabatku, jangan kau salah menilai pendapat ini dan membawanya dalam kehidupanmu..
Ketahuilah, Kau terlahir dengan sempurna. Semoga ambisimu membangkitkan lagi semangatku..

I Love my Best Friend :)Wulan Maulidia

Sabtu, 15 Oktober 2011

061011


Olmana - olmana do noreul
Potongan lirik That Man nya Hyun Bin.. ost. Secret Garden
Oppaa.. sarange..
Hass.. apa? Alay? Bangeett.. tapi itu yang gue rasain.. bukan Cuma gue sepertinya, tapi hampir sebagian  kaum hawa yang ada di Indonesia mendadak demam gara-gara sosok aktor satu itu. Tidak munafik buat gue, bahkan Syahrini pun kelepek-kelepek satu panggung sama oppa Hyun Bin. Bagaimana enggak? Ganteng juara, bakat akting keren, nyanyi oke, ditambah predikatnya sebagai Duta Wamil Korsel untuk Indonesia punya dia.
“Indonesia sesu-atu..” masih teringat dengan ucapan itu..
Beruntung sangat penyanyi ‘sesuatu’ bisa satu panggung, cipika-cipiki, peluk-peluk. Sirik gini gue..
Miris berdiri di bawah panggung melihat pemandangan seperti itu, :’( hiks..
Dan setelah gue ‘ngaca’, siapa gue? Uda bisa ngeliat secara langsung adalah suatu kebanggaan tersendiri buat gue. Dan walau tidak terlihat jelas, tetep teste nya dapet.
Mulai meluruskan,
Gue dan teman gue, ovi, lina, juga temennya lina, ama (ajuma), wilda sama gue lupa*, kamis 6 oktober 2011 meluncur ke Cilandak, Korps Marinir. Nekat ye? Emang. Pertama, kita semua cabut kuliah. Kedua, kita tetep jalan walau gag tau tuh acara letaknya di mana. Nyasar? Sedikit. Haa..
Dan yang paling, paling parah buat gue adalah.. pergi tanpa sepengetahuan laki gue.
DAMN! Kenapa bisa ngelakuin hal itu? Alamak, jangan tanya. Gue terbawa oleh nafsu yang amat besar untuk melihat langsung sii aktor satu itu. Awalnya gag niat pergi, tapi setelah dibujuk rayu, gue luluh, pasrah plus nekat. Dan gue siap nerima konsekuensi ‘apa pun’ dari kamu wahai Raja Hatiku..
Maaf? Berlaku gag yah? Setelah sebelumnya juga melakukan kesalahan, dan ditambah kesalahan lain..


opiimpii.. viitrie.. nna_Lyna






Senin, 26 September 2011

Bapak Luh Gundul, Emak Luh Pitak, Nenek Luh METAL..

Ungkapan itu yang acap kali dia lontarkan kepadaku.. hass.. Cuma dia yang ngerti, biarkan.
Lucu, aneh, gak jelas. Dan yang pasti bonyok gue gak pitak, apalagi gundul. Amit-amit.
Tapi.. gak gue pungkiri kalo nenek gue METAL.
Bukan alias melow total, tapi ASLI metal. Gimana gak dibilang metal? Wong nenek gue ngepas-ngepus.. alias nge-rokok.. aisshh..
Kebayang gak tuh kalo uda nini-nini ngerokok? Cuma mbah gue doang yang metal. Haa..
Enggak Cuma itu ajah, Ibu dari nyokap gue emang beda banget. Dia itu uda sering merantau ke mana-mana. Alasannya sih karna lagi kesel sama anaknya, dia nekat ninggalin kampungnya di Banjarnegara sekaligus ninggalin suaminya dari ke Jakarta , Bogor, ampe Bandung. Bukan buat kongkow-kongkow gag jelas, tapi sekalian ‘menyelam minum air’, sempet jadi buruh panggul, sampe pembantu. Alhamdulillah, mbah gue itu fisiknya masih strong.
Haiss.. jadi kangen sama mbah gue, hampir seminggu nenek sama kakek gue ke rumah. Sekarang mereka dalam perjalanan pulang. Nggak sempet mengabadikan keberadaan mereka selama di sini. Sedih. Semoga masih banyak waktu buat ketemu mereka lagi. Dan Alhamdulillah gue sempet ngenalin mereka karo bojoku..
Kedatangan mereka buat gue seneng, makasih mbah-mbahku..
InsyAllah aku bisa pulang kampung nanti..  amin..

Sabtu, 24 September 2011

Hanya Sekadar Entri

Tidak seperti biasanya, dia keluar untuk malam minggu. Seperti yang sudah-sudah hanya menonton tv di rumah bersama keluarga yang lain. Tidak ada kecurigaan baik dari anaknya atau pun istri tercintanya. Dia pergi meninggalkan rumah dengan mengendarai motor tanpa menggunakan helmet, jelas tidak pergi jauh. Tapi ke mana dia pergi? Istri yang begitu menyayanginya pun tak menghiraukan kepergiannya, ini aneh.
Ohh.. aku mengerti, itu pasti karena jabatan baru yang disandangnya sekarang. Sebagai Ketua RT. Ya, papahku sekarang ini menjadi Ketua RT. Sebelumnya, selamat untuk papah karena telah diberikan kepercayaan oleh warga untuk menjadi 'Pak RT'. Ironis memang, karena yang aku ketahui warga di sini selalu menolak jika dinobatkan sebagai Ketua RT, tapi tidak untuk papahku. Aku bangga. :)
Dan ternyata, papah menghadiri rapat pada malam itu, pantas mamah tidak menghiraukan, karena sebagai Ibu RT yang baik pasti mengizinkan suami untuk menjalankan tugas dan tanggungjawabnya.

Semoga papah bisa menjalankan tugas dan wewenangnya sebagai Ketua RT dengan baik.