Senin, 26 September 2011

Bapak Luh Gundul, Emak Luh Pitak, Nenek Luh METAL..

Ungkapan itu yang acap kali dia lontarkan kepadaku.. hass.. Cuma dia yang ngerti, biarkan.
Lucu, aneh, gak jelas. Dan yang pasti bonyok gue gak pitak, apalagi gundul. Amit-amit.
Tapi.. gak gue pungkiri kalo nenek gue METAL.
Bukan alias melow total, tapi ASLI metal. Gimana gak dibilang metal? Wong nenek gue ngepas-ngepus.. alias nge-rokok.. aisshh..
Kebayang gak tuh kalo uda nini-nini ngerokok? Cuma mbah gue doang yang metal. Haa..
Enggak Cuma itu ajah, Ibu dari nyokap gue emang beda banget. Dia itu uda sering merantau ke mana-mana. Alasannya sih karna lagi kesel sama anaknya, dia nekat ninggalin kampungnya di Banjarnegara sekaligus ninggalin suaminya dari ke Jakarta , Bogor, ampe Bandung. Bukan buat kongkow-kongkow gag jelas, tapi sekalian ‘menyelam minum air’, sempet jadi buruh panggul, sampe pembantu. Alhamdulillah, mbah gue itu fisiknya masih strong.
Haiss.. jadi kangen sama mbah gue, hampir seminggu nenek sama kakek gue ke rumah. Sekarang mereka dalam perjalanan pulang. Nggak sempet mengabadikan keberadaan mereka selama di sini. Sedih. Semoga masih banyak waktu buat ketemu mereka lagi. Dan Alhamdulillah gue sempet ngenalin mereka karo bojoku..
Kedatangan mereka buat gue seneng, makasih mbah-mbahku..
InsyAllah aku bisa pulang kampung nanti..  amin..

Sabtu, 24 September 2011

Hanya Sekadar Entri

Tidak seperti biasanya, dia keluar untuk malam minggu. Seperti yang sudah-sudah hanya menonton tv di rumah bersama keluarga yang lain. Tidak ada kecurigaan baik dari anaknya atau pun istri tercintanya. Dia pergi meninggalkan rumah dengan mengendarai motor tanpa menggunakan helmet, jelas tidak pergi jauh. Tapi ke mana dia pergi? Istri yang begitu menyayanginya pun tak menghiraukan kepergiannya, ini aneh.
Ohh.. aku mengerti, itu pasti karena jabatan baru yang disandangnya sekarang. Sebagai Ketua RT. Ya, papahku sekarang ini menjadi Ketua RT. Sebelumnya, selamat untuk papah karena telah diberikan kepercayaan oleh warga untuk menjadi 'Pak RT'. Ironis memang, karena yang aku ketahui warga di sini selalu menolak jika dinobatkan sebagai Ketua RT, tapi tidak untuk papahku. Aku bangga. :)
Dan ternyata, papah menghadiri rapat pada malam itu, pantas mamah tidak menghiraukan, karena sebagai Ibu RT yang baik pasti mengizinkan suami untuk menjalankan tugas dan tanggungjawabnya.

Semoga papah bisa menjalankan tugas dan wewenangnya sebagai Ketua RT dengan baik.