Hey ladies.. siapa yang tidak mengetahui fashion satu ini? Yups.. tas ini sudah menjamur bagi para kaum hawa khususnya. Mungkin di antara kalian ada yang memiliki lebih dari satu macam tas seperti ini, mulai dari warna hitam, pink, coklat, dan lain-lain. Tidak heran memang, jika perempuan suka yang paling tranding di zamannya. Termasuk saya, Tapi mungkin berbeda hal nya, mengapa tas Longchamp ini menjadi salah satu memori bagi saya. Hanya sekadar bercerita, pada awalnya saya menyukai tas ini karena telah banyak ladies yang menggunakannya. Akhirnya saya pun membelinya. Tak saya sangka, ternyata bukan hanya anak muda saja yang menyukai tas macam ini. Mulai dari tante-tante pun memakainya, sampai ‘camer’ saya pun suka, saat dia melihat bahwa saya memakainya. Kata beliau “tante juga suka tas yang seperti ini..”
Sampai pada akhirnya, beliau berulangtahun yang ke-35. Saya dan pacar saya berinisiatif untuk membelikan sebagai hadiah ulang tahunnya. Karena tempat untuk membeli tas itu tidak dekat, saya memutuskan untuk menitipkan kepada teman saya agar membelikannya. Pada saat itu kami belum mempunyai uang lebih, akhirnya saya gunakan uang ibuku yang ada di tabunganku saat itu. Tidak banyak memang, hanya sekitar 85.000 saja. Lalu tas pun terbelikan, dan langsung saya berikan kepada camer saya. Senang rasanya bisa memberikan sesuatu yang diinginkan untuk orang yang kita sayangi, seperti ibu sendiri.
Tak peduli saat itu kami membelikannya dengan uang siapa, karena kami sepakat untuk berpatungan, dan mengembalikan uang tabungan ibuku. Tapi tak sempat saya melihat camerku memakainya, mendengar kabar bahwa tas itu telah diberikan kepada orang lain, kakak dari camerku yang saat itu sedang jatuh sakit. Aku tidak mengetahui apa motivasinya. Tapi aku dengan sangat ikhlas membiarkannya, karena itu bukanlah hakku.
Setelah saya berpikir apa kesalahan saya yaitu, saya yang telah memberikannya bukan dengan uang saya atau kami sendiri. Tapi dengan uang ibuku tanpa sepengetahuannya. Sangat bersalah, karena saya pun jarang bahkan tidak pernah memberikan sesuatu yang berharga untuk ibuku sendiri. Tetapi saya relakan memberikan pada camerku. Bukan menyesal memberikannya, tapi justeru di sini saya mendapatkan pelajaran yang sangat berharga. Maaf mah atas segala kesalahan dan kekuranganku saat ini. Tidak seharusnya aku seperti itu. Aku berjanji pada mamah dan diriku sendiri untuk menjadi anak yang dapat mamah banggakan. Dan aku juga janji untuk mengembalikan uang tabungan mamah
Aku sayang mamah..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar